• Bila setiap orang berhasil menghadirkan Kedamaian Hakiki di hati mereka masing-masing, secara pasti kedamaian akan ada dimanapun juga. Inilah masa gemerlapnya perdamaian. Era perdamaian, saling pengertian, cinta-kasih dan kesetaraan, hanya mungkin dicapai bila generasi muda dibimbing untuk membudayakannya. Ajarkan kembali budi-pekerti pada anak-anak kita dan budayakanlah. Inilah yang memungkinkan ajegnya kedamaian dan perdamaian dunia.





email:



vacancy

Project Assistant- Based in Banda Aceh
Organization:APRC
Deadline:February 27, 2009

Office Assistant
Organization:APRC
Deadline:February 27, 2009

Internship Opportunity with Aceh Peace Resource Center (APRC)
Organization:APRC
Deadline:

Request for Proposals: Renovasi Kantor
Organization:APRC
Deadline:January 26, 2009

Request for Proposals: Completion of Database System
Organization:APRC
Deadline:January 23, 2009



Berita

Buku Resolusi Konflik Diluncurkan
November 23, 2008

KOETA RADJA - Buku berjudul Resolusi Konflik dalam Islam; Kajian Normatif dan Perspektif Ulama Dayah diluncurkan. Peluncuran yang disusul bedah buku itu berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam, Banda Aceh, Jumat (21/11).

Buku dimaksud ditulis Teungku Haji Ibrahim Bardan atau yang dikenal Abu Panton. Penulis ialah Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA). Penerbitan dan peluncuran buku itu disponsori Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias, bersama Yayasan The Aceh Institute Banda Aceh. Buku tersebut secara resmi diluncurkan Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar S Ag, dihadiri 500-an peserta dari berbagai unsur.

Dalam orasinya, Abu Panton mengatakan, kandungan dalam buku setebal 166 halaman itu adalah pemikiran dirinya. Dia menyebutkan, sumber konflik karena ketidakarifan manusia menata pergaulan.

“Isi buku ini menyajikan hal-hal yang sejuk. Khusus sejarah kelam masa lalu yang berpeluang memicu konflik baru seperti Perang Cumbok, sengaja tidak kami angkat,” tutur Abu Panton dalam orasi ilmiahnya yang ikut dihadiri Rektor IAIN Ar-Raniry Banda Aceh, Yusny Saby.

Wakil Gubernur Muhammad Nazar menyampaikan, Abu Panton selaku ulama besar Aceh sudah mencurahkan ide-idenya melalui buku itu. “Kita perlu mendorong ulama lain menghidupkan tradisi ilmiah, sekaligus mendorong masyarakat giat membaca,” katanya menjelang membuka selubung peluncuran.

Menurut Nazar, Islam adalah agama damai. Kedamaian itu teradopsi dalam budaya Aceh yang dikenal dengan sayam (penyelesaian secara adat-red). Bahkan, kata Nazar, dengan adanya budaya sayam dan setelah negosiasi dengan masyarakat, kadang qishah pun tidak perlu dilaksanakan. “Dalam sayam tentu ada kompensasi-kompensasi yang harus dipenuhi,” tutur Nazar dalam pidato tanpa teks.

Usai peluncuran, buku yang disunting Hasan Basri M Nur itu dibedah dua pakar: Muslim Ibrahim (Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh) serta Ampuh Devayan (budayawan dan wartawan).

Kedua pembedah sependapat, buku perdana karya Ketua HUDA itu sangat sistematis. Kandungannya juga menarik. “Buku ini telah membantah ulama Aceh tidak memiliki gagasan menyelesaikan probelmatika umat,” ujar Muslim, dalam sesi bedah yang dipandu Muhammad Alkaf dari The Aceh Institute.

Di sisi lain, Ampuh mengkritisi kurangnya penggalian kontekstualitas peristiwa rekonsiliasi damai dalam buku ini. Menurutnya, semestinya harus dikaitkan ke konteks kekinian Aceh.

Seorang peserta, Siti Zalikha, dari Dayah Mudi Mesra Samalanga, Bireuen, mengatakan kelahiran buku ini merupakan gebrakan baru di kalangan dayah Aceh. “Biasanya, kalau seorang ulama besar meninggal, pemikirannya ikut terbawa karena tidak pernah didokumentasikan,” ujar perempuan yang juga telah menerbitkan buku itu.

Direktur Executive The Aceh Institute, Lukman Age, menyatakan kelahiran buku perdana karya Abu Panton ini melalui proses panjang sejak pertengahan 2008. Pihaknya juga bangga berkesempatan mendampingi penulisan dan penerbitan buku itu. Dalam waktu dekat, The Aceh Institute menyelenggarakan sayembara resensi buku dimaksud.

Pada kesempatan terpisah, Juru Bicara BRR NAD-Nias, Juanda Djamal, mengatakan dukungan penerbitan buku ini merupakan wujud kepedulian BRR bagi pencerahan Aceh. Ia berharap, buku itu menjadi referensi masyarakat menyelesaikan sengketa.(ari/dwi)

Dikutip dari Harian Serambi Indonesia, 23 November 2008





Berita Lainnya »»


Polling
Puaskah anda dengan proses dan hasil pelaksanaan Pemilu 2009 di Aceh?
Sangat puas, terimakasih kepada semua pihak atas kerja kerasnya yang dilaksanakan dengan baik
Puas, semoga pelaksanaan pemilu kedepan menjadi lebih baik
Kurang puas, karena ada pelanggaran-pelanggaran skala kecil yang terjadi selama proses pemilu
Tidak puas, dan kasus-kasus pelanggaran harus dituntaskan di meja hijau
Sangat tidak puas, karena tidak JURDIL, dan pemilu harus diulangi


View results

liks