• Bila setiap orang berhasil menghadirkan Kedamaian Hakiki di hati mereka masing-masing, secara pasti kedamaian akan ada dimanapun juga. Inilah masa gemerlapnya perdamaian. Era perdamaian, saling pengertian, cinta-kasih dan kesetaraan, hanya mungkin dicapai bila generasi muda dibimbing untuk membudayakannya. Ajarkan kembali budi-pekerti pada anak-anak kita dan budayakanlah. Inilah yang memungkinkan ajegnya kedamaian dan perdamaian dunia.





email:



vacancy

Project Assistant- Based in Banda Aceh
Organization:APRC
Deadline:February 27, 2009

Office Assistant
Organization:APRC
Deadline:February 27, 2009

Internship Opportunity with Aceh Peace Resource Center (APRC)
Organization:APRC
Deadline:

Request for Proposals: Renovasi Kantor
Organization:APRC
Deadline:January 26, 2009

Request for Proposals: Completion of Database System
Organization:APRC
Deadline:January 23, 2009



Peristiwa

th1 Komunikasi Program Reintegrasi Akan Diperkuat

KUALA LUMPUR - Selama dua hari, antara 3 sampai 5 September 2008, IOM memfasilitasi penyelenggaraan lokakarya tentang Perdamaian dan Komunikasi yang diselenggarakan di Hotel Nikko, Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam workshop itu hadir Kepolisian Daerah Aceh, Badan Reintegrasi-Damai Aceh (BRA), Forum Komunikasi dan Koordinasi (FKK) Desk Aceh, serta IOM sendiri.

Workshop tersebut bertujuan melihat kembali aktifitas-aktifitas program reintegrasi selama setahun terakhir, menyatukan persepsi bersama, dan berdasarkan pelajaran yang telah diambil, secara bersama pula membuat sebuah rencana aksi untuk aktifitas bersama di masa depan.

Fokus yang dijadikan pokok bahasan dalam workshop tersebut adalah melihat pentingnya komunikasi dalam menyampaikan informasi tentang reintegrasi dan rekonsiliasi kepada masyarakat. Karena itu selama dua hari penuh peserta workshop berdiskusi dan berusaha memformulasikan konsep dan pesan-pesan yang ingin disampaikan, serta meningkatkan pemahaman lebih baik mengenai peran media sebagai alat penyebaran informasi kepada berbagai institusi dan masyarakat Aceh.

Dalam workshop itu pula, para peserta sepakat untuk secara bersama-sama melakukan komunikasi kepada masyarakat dengan menyebarkan informasi tentang dukungan reintegrasi dan rekonsiliasi yang dilakukan masing-masing lembaga (peserta workshop) melalui berbagai saluran media, baik media cetak, radio, maupun televisi.

”Pemeliharaan proses perdamaian Aceh akan terus dilaksanakan dengan perencanaan dan koordinasi yang baik dan terintegrasi. Bagi FKK, akan semakin baik dan menguntungkan jika lebih banyak pelaku, pendukung, dan prasarana yang terlibat dalam proses ini,” kata Ketua FKK Desk Aceh Amiruddin Usman.

Amiruddin juga menyatakan pelibatan sarana media, mobilitas masyarakat dan pelibatan masyarakat dalam perdamaian adalah upaya pendekatan yang paling efektif. ”Tidak kalah pentingnya adalah memasukkan pendidikan perdamaian dalam kurikulum atau kegiatan ekstra kurikuler kepada murid sekolah sejak dini guna membangun generasi Aceh yang maju, bermoral dan martabat di masa depan”, tambahnya.

Senada dengan Amiruddin, Kapolda Aceh Irjen Pol. Rismawan MM menyatakan pentingnya workshop komunikasi dan perdamaian ini mengingat kenyataan di lapangan masih terjadi kekerasan dan intimidasi di masyarakat. Melalui komunikasi yang baik, Kapolda mengharapkan terjadi pemahaman yang lebih baik terhadap upaya-upaya yang sudah dilakukan berbagai pihak, khususnya kepolisian dalam mendukung proses perdamaian di Aceh. ”Selama ini seringkali terjadi pemahaman yang kurang tepat tentang kriminalitas bersenjata di Aceh. Meski ada kecenderungan menurun, tapi media sering menggambarkan kriminalitas tetap tinggi,” ujarnya.

“Karena itu saya berharap tindak lanjut workshop ini lebih mengarah. Mudah-mudahan perdamaian Aceh akan terjaga dimana tidak akan ada lagi kekerasan dan intimidasi terjadi. Sehingga masyarakat bisa sejahtera dan dapat menikmati perdamaian” tambahnya.

Di akhir acara, 25 orang peserta workshop sepakat untuk mengembangkan visi dan rencana aksi bersama guna mensinergikan dan mentransformasikan berbagai pemikiran yang dihasilkan selama workshop menjadi aksi nyata dalam bentuk berbagai program kegiatan.

Untuk menandai kesepakatan hasil pertemuan itu, enam orang peserta workshop yakni Kapolda Aceh Irjen Pol. Rismawan, Amiruddin Usman dari FKK Desk Aceh, Alberto Simanjuntak dari Desk Aceh Kemenko Polhukkam, M Nur Djuli dan Azwar Abubakar dari BRA, serta Steve Cook dari IOM menandatangani sebuah rencana aksi kegiatan informasi, komunikasi, dan seni budaya yang akan dilaksanakan secara bersama. Harapannya, dengan adanya kesepahaman tersebut koordinasi antarlembaga dalam menjalankan program reintegrasi di masa depan akan semakin baik. (DB)






02.12.09 - Pangdam: Perdamaian Aceh Tangungjawab Semua Pihak
19.08.09 - BRA Bekerja Berdasarkan Data Verifikasi
13.05.09 - Kongres Sarankan Indonesia Jadi Tuan Rumah IDDR 2
25.03.09 - Gampong Damai Tahan Bencana
24.01.09 - Pungutan Liar Dana Reintegrasi Tidak Dibenarkan
23.01.09 - Lokakarya tentang Mendorong dan Memperkuat Jaringan Perempuan Untuk Perdamaian di Aceh
22.12.08 - Aceh Peace Award 2008
18.10.08 - CoSPA Soroti Aksi Provokasi yang Mendompleng MoU
10.10.08 - Ahtisaari dari Finlandia Raih Medali Nobel Perdamaian
09.10.08 - Halal bi Halal Parpai Politik Aceh
22.09.08 - APRC Peringati Hari Perdamaian Internasional
17.09.08 - CoSPA Prihatinkan Berbagai Insiden Keamanan Di Aceh
12.09.08 - Deklarasi Parpol dan DPD Meriah
06.09.08 - Tokoh-Tokoh CoSPA Jenguk Irwandi
03.09.08 - Parpol Sepakat Deklarasikan Pemilu Damai
03.09.08 - Komunikasi Program Reintegrasi Akan Diperkuat
28.08.08 - CoSPA Rekomendasikan Forum Antarunsur Masyarakat di Kabupaten/Kota
27.08.08 - Semua Partai Mau Pemilu Damai
25.08.08 - Stan APRC Raih Juara II
23.08.08 - Pasar Rakyat dalam Rangka Peringatan 3 Tahun MoU Helsinki

Peristiwa Lainnya »»


Polling
Puaskah anda dengan proses dan hasil pelaksanaan Pemilu 2009 di Aceh?
Sangat puas, terimakasih kepada semua pihak atas kerja kerasnya yang dilaksanakan dengan baik
Puas, semoga pelaksanaan pemilu kedepan menjadi lebih baik
Kurang puas, karena ada pelanggaran-pelanggaran skala kecil yang terjadi selama proses pemilu
Tidak puas, dan kasus-kasus pelanggaran harus dituntaskan di meja hijau
Sangat tidak puas, karena tidak JURDIL, dan pemilu harus diulangi


View results

liks