• Bila setiap orang berhasil menghadirkan Kedamaian Hakiki di hati mereka masing-masing, secara pasti kedamaian akan ada dimanapun juga. Inilah masa gemerlapnya perdamaian. Era perdamaian, saling pengertian, cinta-kasih dan kesetaraan, hanya mungkin dicapai bila generasi muda dibimbing untuk membudayakannya. Ajarkan kembali budi-pekerti pada anak-anak kita dan budayakanlah. Inilah yang memungkinkan ajegnya kedamaian dan perdamaian dunia.





email:



vacancy

Project Assistant- Based in Banda Aceh
Organization:APRC
Deadline:February 27, 2009

Office Assistant
Organization:APRC
Deadline:February 27, 2009

Internship Opportunity with Aceh Peace Resource Center (APRC)
Organization:APRC
Deadline:

Request for Proposals: Renovasi Kantor
Organization:APRC
Deadline:January 26, 2009

Request for Proposals: Completion of Database System
Organization:APRC
Deadline:January 23, 2009



Peristiwa

th1 Tokoh-Tokoh CoSPA Jenguk Irwandi

SINGAPURA - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Sabtu (6/9) lalu mendapat kunjungan dari para tokoh yang biasa terlibat aktif dalam pertemuan Commission on Sustaining Peace in Aceh (Komisi Keberlanjutan Perdamaian Aceh/KKPA). Pertemuan berlangsung di sebuah flat di Paterson Road, Singapura, yang ditempati Irwandy beserta istri dan asistennya, selama Irwandi dirawat akibat penyakit yang tengah dideritanya.

Ketua FKK Amiruddin Usman menyatakan kunjungan itu bukan kunjungan resmi, tapi kunjungan antarsahabat. Kebetulan beberapa staf FKK, BRA, dan Kepolisian Daerah Aceh baru saja mengikuti sebuah workshop yang difasilitasi IOM di Kuala Lumpur, Malaysia.

Rombongan FKK dan BRA, berangkat dari Kuala Lumpur menggunakan mobil dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur. Sedangkan Kapolda berangkat secara terpisah dengan pesawat. Rombongan tiba di flat yang ditempati Irwandi sekitar pukul 13.00 waktu Singapura, setelah menempuh perjalanan darat sekitar empat jam dari Kuala Lumpur.

Irwandi menyambut rombongan dengan hangat. Semua kursi di ruangan itu diminta diangkat untuk para tamunya yang baru datang. Wajah Irwandi tampak berseri-seri. Dia sangat senang mendapat kunjungan tersebut.

Tetap Semangat
Meskipun dalam kondisi sakit, Irwandi tampaknya tidak mau ketinggalan informasi khususnya tentang Aceh. Saat rombongan datang, di meja yang terletak di ruang depan, dua buah laptop masih menyala. Dua telepon genggam juga tidak jauh darinya. Di ujung sofa, tempat Irwandi duduk, sebuah kardus wireless router masih teronggok. Menandakan akses internet di ruangan itu memancar dengan baik.

Saat rombongan tiba, Irwandi mengangkat topik pembicaraan tentang pengunduran Bupati Aceh Besar Bukhari Daud. Zainal Arifin (FKK) berusaha menghentikan Irwandi untuk tidak berbicara masalah-masalah politik yang berat. “Wah nanti dulu lah bicara itu, yang penting sekarang istirahat dulu yang cukup, agar cepat sembuh,” katanya.

“Gak apa-apa, aku sedang melatih bicara biar lancar,” timpal Irwandi, disambut tawa semua orang di ruangan itu.

Kunjungan yang direncanakan berlangsung singkat karena khawatir mengganggu proses penyembuhan Irwandi, akhirnya berlangsung lebih dari dua jam. Berbagai topik dibicarakan, dari isu pergantian bupati sampai kepada masalah-masalah pribadi.

Dalam perbincangan hangat itu, Azwar Abubakar sebagai mantan pejabat Gubernur Aceh turut memberikan saran-saran kepada Irwandi. Menurut Azwar, dunia ini diciptakan bukan untuk satu orang. Karena itu berbagai persoalan yang ada juga tidak untuk diselesaikan oleh satu orang. “Ada hak dan tanggung jawab pada semua orang. Bagikanlah hak dan tanggungjawab itu pada setiap orang agar beban pekerjaan dan tanggungjawab juga terbagi,” ujarnya.

Mendengar nasihat, hiburan, dan sharing seperti itu Irwandi tampak merasa nyaman sehingga berkali-kali Irwandi menahan rombongan agar tidak segera pulang. Bahkan Irwandi juga meminta agar rombongan mencari tempat penginapan yang dekat dengan flatnya agar bisa lebih lama bercerita. Sayang, saat itu waktu yang dimiliki rombongan FKK dan BRA tidak banyak. Mereka harus kembali ke Kuala Lumpur karena keesokan harinya mereka harus terbang kembali ke Banda Aceh dengan menggunakan penerbangan langsung dari Kuala Lumpur.

Setelah mendapat penjelasan itu, Irwandi terpaksa menyerah dan melepas kepergian kami. Rombongan lantas beristirahat sebentar sambil menunggu buka puasa di kawasan Orchard Road, Singapura. Selepas berbuka puasa, rombongan yang terdiri atas Amiruddin Usman, Zainal Arifin, Masykur, Hasbi MS, Anwar Noer, dan Alberto Simanjuntak dari Desk Aceh, serta Azwar Abubakar dan Dadang Budiana dari BRA, kembali ke Kuala Lumpur. Sedangkan Kapolda Aceh Irjen Pol. Rismawan bermalam di Singapura sebelum melanjutkan penerbangan ke Jakarta untuk melaksanakan tugas lainnya.

Meski singkat, pertemuan dengan Irwandi hari itu terasa sangat berkesan. (DB)






02.12.09 - Pangdam: Perdamaian Aceh Tangungjawab Semua Pihak
19.08.09 - BRA Bekerja Berdasarkan Data Verifikasi
13.05.09 - Kongres Sarankan Indonesia Jadi Tuan Rumah IDDR 2
25.03.09 - Gampong Damai Tahan Bencana
24.01.09 - Pungutan Liar Dana Reintegrasi Tidak Dibenarkan
23.01.09 - Lokakarya tentang Mendorong dan Memperkuat Jaringan Perempuan Untuk Perdamaian di Aceh
22.12.08 - Aceh Peace Award 2008
18.10.08 - CoSPA Soroti Aksi Provokasi yang Mendompleng MoU
10.10.08 - Ahtisaari dari Finlandia Raih Medali Nobel Perdamaian
09.10.08 - Halal bi Halal Parpai Politik Aceh
22.09.08 - APRC Peringati Hari Perdamaian Internasional
17.09.08 - CoSPA Prihatinkan Berbagai Insiden Keamanan Di Aceh
12.09.08 - Deklarasi Parpol dan DPD Meriah
06.09.08 - Tokoh-Tokoh CoSPA Jenguk Irwandi
03.09.08 - Parpol Sepakat Deklarasikan Pemilu Damai
03.09.08 - Komunikasi Program Reintegrasi Akan Diperkuat
28.08.08 - CoSPA Rekomendasikan Forum Antarunsur Masyarakat di Kabupaten/Kota
27.08.08 - Semua Partai Mau Pemilu Damai
25.08.08 - Stan APRC Raih Juara II
23.08.08 - Pasar Rakyat dalam Rangka Peringatan 3 Tahun MoU Helsinki

Peristiwa Lainnya »»


Polling
Puaskah anda dengan proses dan hasil pelaksanaan Pemilu 2009 di Aceh?
Sangat puas, terimakasih kepada semua pihak atas kerja kerasnya yang dilaksanakan dengan baik
Puas, semoga pelaksanaan pemilu kedepan menjadi lebih baik
Kurang puas, karena ada pelanggaran-pelanggaran skala kecil yang terjadi selama proses pemilu
Tidak puas, dan kasus-kasus pelanggaran harus dituntaskan di meja hijau
Sangat tidak puas, karena tidak JURDIL, dan pemilu harus diulangi


View results

liks