• Bila setiap orang berhasil menghadirkan Kedamaian Hakiki di hati mereka masing-masing, secara pasti kedamaian akan ada dimanapun juga. Inilah masa gemerlapnya perdamaian. Era perdamaian, saling pengertian, cinta-kasih dan kesetaraan, hanya mungkin dicapai bila generasi muda dibimbing untuk membudayakannya. Ajarkan kembali budi-pekerti pada anak-anak kita dan budayakanlah. Inilah yang memungkinkan ajegnya kedamaian dan perdamaian dunia.





email:



vacancy

Project Assistant- Based in Banda Aceh
Organization:APRC
Deadline:February 27, 2009

Office Assistant
Organization:APRC
Deadline:February 27, 2009

Internship Opportunity with Aceh Peace Resource Center (APRC)
Organization:APRC
Deadline:

Request for Proposals: Renovasi Kantor
Organization:APRC
Deadline:January 26, 2009

Request for Proposals: Completion of Database System
Organization:APRC
Deadline:January 23, 2009



Peristiwa

th1 APRC Peringati Hari Perdamaian Internasional

BANDA ACEH - Setiap tanggal 21 September, dunia memperingati hari perdamaian internasional yang ditetapkan melalui resolusi sidang umum PBB yang diprakarsai Costa Rica pada tahun 1981. Resolusi PBB itu menyebutkan bahwa peringatan hari perdamaian internasional dimaksudkan untuk menjadikan paling tidak selama satu hari penuh, seluruh bangsa dan masyarakat di dunia tidak melakukan peperangan atau tindakan kekerasan lainnya secara global.

Sebagai anggota PBB dan negara yang pernah mengalami berbagai gejolak di daerah, Indonesia turut serta memperingati hari perdamaian tersebut. Peringatan hari perdamaian internasional di Indonesia, selain diperingati oleh pemerintah juga dilakukan oleh berbagai lembaga masyarakat di berbagai kota di antaranya di Poso, Palu, Jakarta, dan Aceh dengan beragam tema.

Kegiatan peringatan hari perdamaian internasional di Aceh difasilitasi oleh Aceh Peace Resource Center (APRC)-BRA di Banda Aceh dengan tema Perempuan dan Anak dalam Perdamaian. Perempuan dan anak diangkat menjadi tema utama peringatan karena kedua kelompok itu pada masa konflik merupakan kelompok yang paling parah terkena imbasnya, sehingga perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.

Berbeda dengan daerah lain, di Aceh peringatan hari perdamaian internasional dilangsungkan selama dua hari dari 21 sampai 22 September 2008, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Sejumlah aktivitas yang diselenggarakan pada tanggal 21 September 2008 antara lain rapa’i massal dan pawai becak ke seluruh kota Banda Aceh. Aksi tersebut dipusatkan di bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, dan dilanjutkan dengan pengumpulan tanda tangan oleh masyarakat di atas selembar kain putih, di halaman luar Mesjid Baiturrahman dan di Keude Kupi de Helsinki, Banda Aceh.

Sedangkan acara peringatan tanggal 22 September 2008 adalah kampanye perdamaian yang dilangsungkan di Anjong Mon Mata, Banda Aceh. Acara tersebut terdiri atas rangkaian seremonial pidato perdamaian, peluncuran penganugerahan tokoh perempuan perdamaian Aceh, dan pemutaran film produksi anak-anak. Wakil Gubernur Aceh yang diwakili Sekda Aceh Husni Bahri TOB memberikan kata sambutan dalam acara itu. Selain dari pemerintah Aceh, panitia juga mengundang tokoh politik perempuan dan aktris Nurul Arifin, untuk menyampaikan pidato perdamaian.

Peringatan hari Perdamaian Internasional ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik/masyarakat (public awareness) tentang pentingnya partisipasi dalam mempertahankan perdamaian berkelanjutan di Aceh, terutama dengan memenuhi hak-hak perempuan dan anak korban konflik.

Panitia peringatan hari perdamaian internasional di Aceh rencananya juga akan meluncurkan program Aceh Peace Award (APA). APA adalah penghargaan bagi perempuan yang bekerja untuk perdamaian Aceh (peacemaker). Penghargaan ini didasarkan atas tiga kategori. Kategori pertama, perempuan yang bekerja untuk mencegah konflik dan menghentikan permusuhan (preventif). Kategori kedua, perempuan yang bekerja untuk mempromosikan perdamaian melalui kegiatan pendidikan, pemberdayaan, dan peningkatan kesejahteraan (promotif). Dan terakhir, perempuan yang bekerja untuk kegiatan rehabilitasi para korban konflik (rehabilitatif).

Sejak tanggal peluncuran (22 Sept) APA, masyarakat dipersilakan untuk mengajukan kepada panitia calon-calon yang layak mendapatkan penghargaan tersebut. Panitia akan mengevaluasi dan menilai calon-calon yang diajukan selanjutnya penganugerahan penghargaan baru akan diberikan pada tanggal 22 Desember 2008, bertepatan dengan peringatan Hari Ibu. (DB)






02.12.09 - Pangdam: Perdamaian Aceh Tangungjawab Semua Pihak
19.08.09 - BRA Bekerja Berdasarkan Data Verifikasi
13.05.09 - Kongres Sarankan Indonesia Jadi Tuan Rumah IDDR 2
25.03.09 - Gampong Damai Tahan Bencana
24.01.09 - Pungutan Liar Dana Reintegrasi Tidak Dibenarkan
23.01.09 - Lokakarya tentang Mendorong dan Memperkuat Jaringan Perempuan Untuk Perdamaian di Aceh
22.12.08 - Aceh Peace Award 2008
18.10.08 - CoSPA Soroti Aksi Provokasi yang Mendompleng MoU
10.10.08 - Ahtisaari dari Finlandia Raih Medali Nobel Perdamaian
09.10.08 - Halal bi Halal Parpai Politik Aceh
22.09.08 - APRC Peringati Hari Perdamaian Internasional
17.09.08 - CoSPA Prihatinkan Berbagai Insiden Keamanan Di Aceh
12.09.08 - Deklarasi Parpol dan DPD Meriah
06.09.08 - Tokoh-Tokoh CoSPA Jenguk Irwandi
03.09.08 - Parpol Sepakat Deklarasikan Pemilu Damai
03.09.08 - Komunikasi Program Reintegrasi Akan Diperkuat
28.08.08 - CoSPA Rekomendasikan Forum Antarunsur Masyarakat di Kabupaten/Kota
27.08.08 - Semua Partai Mau Pemilu Damai
25.08.08 - Stan APRC Raih Juara II
23.08.08 - Pasar Rakyat dalam Rangka Peringatan 3 Tahun MoU Helsinki

Peristiwa Lainnya »»


Polling
Puaskah anda dengan proses dan hasil pelaksanaan Pemilu 2009 di Aceh?
Sangat puas, terimakasih kepada semua pihak atas kerja kerasnya yang dilaksanakan dengan baik
Puas, semoga pelaksanaan pemilu kedepan menjadi lebih baik
Kurang puas, karena ada pelanggaran-pelanggaran skala kecil yang terjadi selama proses pemilu
Tidak puas, dan kasus-kasus pelanggaran harus dituntaskan di meja hijau
Sangat tidak puas, karena tidak JURDIL, dan pemilu harus diulangi


View results

liks