• Bila setiap orang berhasil menghadirkan Kedamaian Hakiki di hati mereka masing-masing, secara pasti kedamaian akan ada dimanapun juga. Inilah masa gemerlapnya perdamaian. Era perdamaian, saling pengertian, cinta-kasih dan kesetaraan, hanya mungkin dicapai bila generasi muda dibimbing untuk membudayakannya. Ajarkan kembali budi-pekerti pada anak-anak kita dan budayakanlah. Inilah yang memungkinkan ajegnya kedamaian dan perdamaian dunia.





email:



vacancy

Project Assistant- Based in Banda Aceh
Organization:APRC
Deadline:February 27, 2009

Office Assistant
Organization:APRC
Deadline:February 27, 2009

Internship Opportunity with Aceh Peace Resource Center (APRC)
Organization:APRC
Deadline:

Request for Proposals: Renovasi Kantor
Organization:APRC
Deadline:January 26, 2009

Request for Proposals: Completion of Database System
Organization:APRC
Deadline:January 23, 2009



Peristiwa

th1 Gampong Damai Tahan Bencana

BANDA ACEH - Yakkum Emergency Unit pada tanggal 24-25 Maret 2009, di Hotel Hermes Palace menyelenggarakan workshop dengan tema “Membangun Perdamaian Berkelanjutan Di Aceh”.

Acara yang dihadiri oleh utusan pemerintah, NGO, BRA dan utusan beberapa gampong dari Aceh Utara, Bireuen dan Kota Lhokseumawe ini dibuka oleh Jakfar , Kepala Kesbang Linmas mewakili Gubernur NAD. Dalam sambutannya, Jakfar menyampaikan bahwa workshop ini sangat relevan dengan upaya pemerintah untuk memperkokoh perdamaian di Nangro Aceh Darusalam. Jakfar juga mengharapkan agar hasil dan rekomendasi workshop bisa disebarluaskan ke berbagai pihak untuk dapat dijadikan sebagai acuan dalam merumuskan kebijakan dan program penguatan perdamaian di berbagai lembaga dan kelompok. Sehingga semua usaha melakukan peace building menjadi sinergis.

Menjadi pembicara dalam workshop adalah Dra. Asmawati mewakili Badan Reintegrasi Aceh (BRA) mewakili Ketua Pelaksana BRA, Letnan Kolonel Ruruh, M.Si – Waasintel Kasdam Iskandar Muda mewakili Pangdam Iskandar Muda, Teuku Ardiyansyah – dari Katahati Institute. Disamping mendapat informasi dan masukan dari narasumber mewakili lembaga, workshop juga mendengarkan sharing dari beberapa orang mewakili gampong.

Dra. Asmawati menjelaskan bahwa BRA memiliki mandat untuk pemulihan hak “korban” konflik. Agar dalam proses distribusi dana kompensasi menghasilkan dampak pada penguatan perdamaian di Aceh, BRA mengakomodir prakarsa lokal. Letnan Kolonel Ruruh, M.Si menekankan bahwa mewujudkan perdamaian yang lestari merupkan tanggung jawab semua pihak. Oleh karena itu perlu ada kerjasama dan kesediaan saling memahami. Sementara Teuku Ardiyansyah – dengan data-data kesejarahan memperlihatkan bahwa konflik terjadi bukan karena kemiskinan semata, melainkan lebih disebabkan oleh ketiadaan rasa memiliki anggota komunitas terhadap komunitasnya.

Disamping menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang berkaitan dengan peran dan tugas para pihak dalam mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan di Aceh, workshop juga mengingatkan bahwa Aceh bukan hanya masyarakat dengan masa lalu yang kelam karena konflik bersenjata dan tsunami, tetapi saat ini Aceh adalah masyarakat yang memiliki aset budaya damai dan ketahanan bencana – yang menjadi rujukan bangsa-bangsa di dunia. Atas kenyataan ini, Willy Darmawan, wakil Pembina Yakkum yang turut hadir sebagai peserta mengatakan bahwa workshop ini dan upaya-upaya lainnya untuk membangun perdamaian yang berkelanjutan di Aceh harus selalu bertolak dari aset budaya, nilai dan sejarah yang luar biasa ini.
---------------------------------------

GAMPONG DAMAI TAHAN BENCANA

Gampong Damai Tahan Bencana yang kami singkat dengan GDTB merupakan alat perencanaan gampong untuk mewujudkan gampong yang damai dan memiliki ketahanan terhadap bencana. Demikian papar Zulkarnaen – salah satu wakil gampong yang mempresentasikan pengalaman membangun gampong damai dan tahan bencana.

Dengan GDTB masyarakat menyadari pentingnya menjadikan proses pembangunan gampong menghasilkan dampak pada penguatan budaya damai dan ketahanan bencana di komunitas gampong. Menghasilkan kemakmuran memang penting. Tetapi pembangunan yang tidak menyadari ancaman bencana dan konflik akan menghasilkan kemakmuran yang rentan dan semu. Demikian kata Keuchik Muhadar.

Saat ini ada sepuluh gampong yang didampingi YEU yang membuat perencanaan GDTB. Enam gampong di Kabupaten Bireuen, tiga gampong di Aceh Utara dan satu gampong di Kota Lhokseumawe, jelas Zulkarnaen.

Dengan GDTB kami bisa memetakan mimpi kami untuk memiliki gampong yang kami cita-citakan. Dan dengan GDTB kami bisa mencapai cita-cita itu secara bermartabat. Sebab dengan GDTB kami didorong untuk membangun gampong dengan cara memberdayakan aset gampong yang ada, tambah Zulkifli ketika ditanya oleh peserta mengenai apa keunikan GDTB.

Memang uang kami tidak punya. Tetapi bukan berarti kami tidak memiliki aset. Aset gampong yang paling penting adalah manusia. Tetapi, disamping memiliki aset manusia, gampong juga memiliki kelompok-kelompok, organisasi dan kebiasaan baik. Semua aset ini penting untuk membangun gampong secara mandiri. Demikian ditembahkan oleh Nurjanah Jamil ketika ditanya mengenai aset yang dimiliki oleh gampong.

Mandiri itu bukan berarti kami tidak membutuhkan bantuan. Jika ada bantuan tetapi kami terima. Tetapi dengan GDTB kami tidak menggantungkan usaha pembangunan gampong pada bantuan dari luar. Jelas M Isa Ibrahim dari Alue Sijuk. Dengan GDTB kami semakin menyadari persatuan dan rasa memiliki gampong sebagai modal pembangunan. Dan kalau semua orang bersatu dan merasa memiliki gampong maka gampong kita pasti menjadi gampong damai dan tahan bencana. Imbuh M Isa. Oleh karena itu – mestinya – GDTB ini menjadi program di seluruh Aceh. Sehingga nanti bukan hanya ‘gampong damai tahan bencana’, melainkan ‘nangro damai tahan bencana’.

 






02.12.09 - Pangdam: Perdamaian Aceh Tangungjawab Semua Pihak
19.08.09 - BRA Bekerja Berdasarkan Data Verifikasi
13.05.09 - Kongres Sarankan Indonesia Jadi Tuan Rumah IDDR 2
25.03.09 - Gampong Damai Tahan Bencana
24.01.09 - Pungutan Liar Dana Reintegrasi Tidak Dibenarkan
23.01.09 - Lokakarya tentang Mendorong dan Memperkuat Jaringan Perempuan Untuk Perdamaian di Aceh
22.12.08 - Aceh Peace Award 2008
18.10.08 - CoSPA Soroti Aksi Provokasi yang Mendompleng MoU
10.10.08 - Ahtisaari dari Finlandia Raih Medali Nobel Perdamaian
09.10.08 - Halal bi Halal Parpai Politik Aceh
22.09.08 - APRC Peringati Hari Perdamaian Internasional
17.09.08 - CoSPA Prihatinkan Berbagai Insiden Keamanan Di Aceh
12.09.08 - Deklarasi Parpol dan DPD Meriah
06.09.08 - Tokoh-Tokoh CoSPA Jenguk Irwandi
03.09.08 - Parpol Sepakat Deklarasikan Pemilu Damai
03.09.08 - Komunikasi Program Reintegrasi Akan Diperkuat
28.08.08 - CoSPA Rekomendasikan Forum Antarunsur Masyarakat di Kabupaten/Kota
27.08.08 - Semua Partai Mau Pemilu Damai
25.08.08 - Stan APRC Raih Juara II
23.08.08 - Pasar Rakyat dalam Rangka Peringatan 3 Tahun MoU Helsinki

Peristiwa Lainnya »»


Polling
Puaskah anda dengan proses dan hasil pelaksanaan Pemilu 2009 di Aceh?
Sangat puas, terimakasih kepada semua pihak atas kerja kerasnya yang dilaksanakan dengan baik
Puas, semoga pelaksanaan pemilu kedepan menjadi lebih baik
Kurang puas, karena ada pelanggaran-pelanggaran skala kecil yang terjadi selama proses pemilu
Tidak puas, dan kasus-kasus pelanggaran harus dituntaskan di meja hijau
Sangat tidak puas, karena tidak JURDIL, dan pemilu harus diulangi


View results

liks